Sejarah

SEJARAH  DESA  SUMBERMULYO

           Sumbermulyo yang merupakan salah satu desa diwilayah hokum Kecamatan Jogoroto Jombang, memiliki sejarah yang sangat panjang. Di era penjajahan Jepang sekitar tahun 1942 disebut orang sebagai desa Sumbersapon dan ada yang menyebut sebagai desa Sumberpeking dua nama tersebut seringkali disebut orang jaman dahulu dan dua nama yang berbeda tersebut masing – masing orang mempunyai alasan dan dasar yang logis pula. Orang menyebut sebagai desa Sumbersapon mereka beralasan bahwa pada jaman dahulu masyarakat meskipun dalam kondisi yang sederhana dan sangat terbelakang tetapi masih menjujung tinggi kegiatan turun gunung atau kerja bakti untuk membersihkan lingkungan masing – masing. Sedangkan orang menyebut sebagai desa Sumberpeking dikarenakan diwilayah Sumbermulyo bagian paling utara ( diuatara rel kereta api ) dulu terdapat pohon yang sangat rimbun dan diatasnya terdapat banyak burung pekingnya dan dibawahnya pula ada sumbermber air bersih, sehingga disebut sebagai Sumberpeking.

            Seiring berjalannya waktu maka terjadi perubahan – perubahan nama tersebut didasarkan pada kondisi masyarakat, dan meningkatnya sumberdaya manusianya maka pada sekitar tahun 1966  para tokoh masyarakat Sumbermulyo mengadakan pertemuan – pertemuan non formal untuk melakukan rembuk bareng membaca situasi dan budaya masyarakat, ada anggapan dari para tokoh bahwa keterbelakangan masyarakatnya baik ekonomi yang masih lemah dan SDM yang sangat rendah itu perlu ada perubahan nama. Diantara tokoh masyarakat mengatakan bahwa nama Sumbersapon tersebut imejnya kurang baik, dia beranggapan bahwa kemiskinan yang didera masyarakatnya tidak lepas dari sugesti kata sapon, dia  memaknai bahwa rejeki masyaraakanya selalu disaponi ( dibersihkan dengan sapu ) sehingga rejekinya tidak pernah terkumpul sehingga terus mengalami kemiskinan.

            Setelah melakukan beberapa kali perundingan maka para tokoh masyarakat tersebut sepakat mengganti nama Sumberpeking menjadi Sumbermulyo, diharapkan dengan perubahan nama tersebutmaka akanterangkat dan perbaikan baik dari segi Ekonomi, Budaya, Pendidikan masyarakatnya   sehingga  memunculkan  orang  –  orang   yang  mulya   dan  bertaqwa   kepada

Allah SWT. Peristiwa tersebut ditandai dengan selamatan desa dengan menyembelih seekaor kerbau yang sangat besar, dan dimakan bersama – sama oleh masyarakat Sumbermulyo.

            Kemudian sekitar tahun 1982 desa Sumbermulyo yang semula masuk wilayah Kecamatan Peterongan atas inisiatif para tokoh masyarakat mengusulkan kepada pemerintah waktu itu untuk dimasukkan kewilayah Kecamatan Jogoroto, melalui proses yang sangat cepat akhirnya pemerintah mengabulkan permintaan tersebut, sehingga lansung digabungkan ke dalam Kecamatan Jogoroto.